Peran Masyarakat Sipil dalam Pemberantasan Korupsi Sektor Sumber Daya Alam

Main Article Content

Epakartika Epakartika Rizky Nugraha Murnawan Agung Budiono

Abstract

Civil society has an important role in fighting corruption agenda. This paper wants to describe and analyze how the role of civil society in to support The National Movement to Save Natural Resources activities were initiated by the Corruption Eradecation Commision (CEC)  involving several other parties such as the Regional Government, Ministries/Institutions. This paper examines how involving the civil societies groups in efforts to improve the management of natural resources could have a positive impact not only in supporting corruption prevention and eradication work, but also encourages the evolution of the role of civil society from information providers to implementers in GNP SDA activities.

Article Details

Section
Articles

References

Alam, Bachtiar. (1999). Antropologi dan Civil Society: Pendekatan Teori Kebudayaan. Jurnal Antropologi Indonesia Vol. XXIII (60).

Dupuy, Kendra. (2017). The Global Participation Backlash: Implications for Natural Resource Initiatives. U4 Brief (4).

Flamirion, Gemael dan Muradi. (2016). Demokrasi Civil Society di Indonesia dan India: Sebuah Perbandingan. Jurnal Wacana Politik Vol. 1 (2): 189–195.

Laksmana, G dkk. (2015). Laporan Tim Pengkajian Hukum tentang Partisipasi Aktif Publik dalam Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi. Puslitbang Sistem Hukum Nasional BPHN- Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Jakarta.

OECD and ADB. (2008). Strategies for Business, Government and Civil Society to Fight Corruption in Asia and the Pacific.

Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2000. Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Jakarta.

Pope, J. (2002). Strategi Memberantas Korupsi: Elemen Sistem Integritas Nasional. Transparansi Internasional. Jakarta.

UN Human Right. (2014). A Practical Guide for Civil society: Civil society Space on United Nations Human Rights System. United Nation.

Undang-undang No. 30 Tahun 2002. Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah Diubah oleh Undang-undang No. 19 tahun 2019. Jakarta.

Undang-undang No. 31 Tahun 1999. Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2001. Jakarta.

United Nation. (2003). United Nations Convention Against-Corruption (UNCAC).