Pendanaan Kampanye di Pemilu Serentak 2019 di Indonesia: Penguatan Demokrasi Patronase?

Main Article Content

Mada Sukmajati Fikri Disyacitta

Abstract

This paper examines the patterns of campaign funding in the Indonesian 2019 Concurrent Election by focusing on the dimensions of revenue and expenditure both in the presidential and legislative elections. This article also discusses the nature of the political regime as a consequence of the patterns. In doing so, the analysis is based on campaign finance theory supported by the concept of clientelism and programmatic politics. By relying on secondary data, this paper argues that the way the candidates manage their campaign funding shows the strengthening of political clientelism on one side and the waning of programmatic politics on the others side. Consequently, patronage democracy will also strengthen in Indonesia after the 2019 Election.


 


Keywords: Campaign Funding, Presidential Election, Legislative Election, Clientelism, Patronage

Article Details

Section
Articles

References

Aspinall, E. & Berenschot, W. (2019). Democracy for Sale: Elections, Clientelism, and the State in Indonesia. First Edition. Cornell University Press. Ithaca. Terjemahan E. Riyadi. 2019. Democracy for Sale: Pemilihan Umum, Klientelisme, dan Negara di Indonesia. Cetakan 1. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta.
Tapsell, R. (2017). Media Power in Indonesia: Oligarchs, Citizens, and the Digital Revolution. First Edition. Rowman & Littlefield. London and New York. Terjemahan W.P. Utomo. 2018. Kuasa Media di Indonesia: Kaum Oligarki, Warga, dan Revolusi Digital. Cetakan Pertama. Marjin Kiri. Tangerang Selatan.
Farisa, F.C. (2019). Pengeluaran Dana Kampanye Jokowi-Ma’ruf Capai Rp116,24 Miliar. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2019/03/05/13582711/pengeluaran-dana-kampanye-jokowi-maruf-capai-rp-11624-miliar. 20 April 2019 (15:30).
Aldin, I.U. (2019). Sandiaga Uno Jual Lagi Saham Saratoga, Total Nilai Rp561 Miliar.Katadata.https://katadata.co.id/berita/2019/04/09/sandiaga-uno-jual-lagi-saham-saratoga-total-sudah-jual-rp-561-miliar. 20 April 2019 (16:00).
Ristianto, C. (2019). Disebut Belum Sumbang Dana Kampanye Prabowo-Sandi, Ini Kata PKS. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2019/01/01/15123281/disebut-belum-sumbang-dana-kampanye-prabowo-sandi-ini-kata-pks. 20 April 2019 (15:38).
Komara, I. (2018). Dana Kampanye Prabowo-Sandi Rp41,9 M Terpakai Rp34,5 M. detikNews.https://news.detik.com/berita/d-4321682/dana-kampanye-prabowo-sandi-rp-419-m-terpakai-rp-345-m . 20 April 2019 (15:36).
Asril, S. et.al. (2019). Buka-bukaan Biaya Caleg demi Kursi di Senayan. Kompas.com.https://nasional.kompas.com/jeo/buka-bukaan-biaya-caleg-demi-kursi-di-senayan. 20 April 2019 (16:03).
Rastika, I. (2012). Nasdem Danai Caleg, dari Mana Sumber Dananya. Kompas.com.https://nasional.kompas.com/read/2012/06/23/12241536/nasdem.danai.caleg.dari.mana.sumber.dananya. 20 April 2019 (16:05).
Sudarsono, M. (2018). Partai Nasdem: Tak Ada Bantuan Materil dari Partai, Caleg Pakai Biaya Sendiri. Tribun Jatim.http://jatim.tribunnews.com/2018/12/07/partai-nasdem-tak-ada-bantuan-materil-dari-partai-caleg-pakai-biaya-sendiri. 20 April 2019 (16:07).
Jatam. (2019). Republik Investasi di Atas Kepulauan Pengungsi. Jaringan Advokasi Tambang. https://www.jatam.org/2019/04/15/republik-investasi-di-atas-kepulauan-pengungsi/. 20 April 2019 (16:15).
Yossihara, A. Kinerja DPR Buruk. Kompas.com.https://nasional.kompas.com/read/2014/04/03/1738432/Kinerja.DPR.Buruk . 20 April 2019 (16:24).
Dettman, S., et.al. (2017). Incumbency advantage and candidate characteristics in open-list proportional representation systems: Evidence from Indonesia. Electoral Studies. Electoral Studies, 48,111-120. http://dx.doi.org/10.1016/j.electstud.2017.06.002.
Hakim, R.N. (2017). Begini Pola Korupsi Kepala Daerah Menurut Wakil Ketua Komisi III. Kompas.com. https://nasional.kompas.com/read/2017/01/18/22125661/begini.pola.korupsi.kepala.daerah.menurut.wakil.ketua.komisi.iii . 21 April 2019. (10:53).
Kitschelt, H. (2000). Linkages between Citizens and Politician in Democratic Polities. Comparative Political Studies. 33 (6-7), 846-879. https://doi.org/10.1177%2F001041400003300607 .
Berenschot, W. (2018). The Political Economy of Clientelism: A Comparative Study of Indonesia’s Patronage Democracy. Comparative Political Studies. 51 (12), 1-31. https://doi.org/10.1177%2F0010414018758756 .
Lane, M. (2019). Indonesia’s New Politics: Transaction without Contestation. Dalam Continuity and Change after Indonesia’s Reform: Contributions to an Ongoing Assessment. Editor M. Lane. First Edition. ISEAS – Yusof Ishak Institute. Singapore.
U.S. Agency for International Development. (2003). Money in Politcs Handbook: A Guide to Increasing Transparency in Emerging Democracies. USAID. Washington, DC.
Ayman, A. & Ellis, A. (Eds.). (2010). Electoral Justice: The International IDEA Handbook. Stockholm: International IDEA.
Sukmajati, M. & Perdana, A. (Eds.). (2018). Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia.
Cheeseman, N., et.al. (Eds.). (2014). Politics Meet Policies: The Emergence of Programmatic Political Parties. Stockholm: International IDEA.
Kitschelt, H. & Wilkinson, S.I. (Eds.). (2007). Patrons, Clients, and Policies: Patterns of Democratic Accountability and Political Competition. Cambridge: Cambridge University Press.
Aspinall, E. & Sukmajati, M. (Eds.). (2016). Electoral Dynamics in Indonesia: Money Politics, Patronage and Clientelism at the Grassroots. Singapore: NUS Press.
Hicken, A. (2011). Clientelism. Annual Review of Political Science. 14, 289-310.https://doi.org/10.1146/annurev.polisci.031908.220508.
Agustina, W. (2018). Seperti Jokowi, Megawati Pun Sebut Dirinya Juga Petugas Partai. Tempo.co. https://nasional.tempo.co/read/1048154/seperti-jokowi-megawati-pun-sebut-dirinya-juga-petugas-partai . 21 April 2019. (14:38).
Astuti, N.A.R. (2019). Tim Jokowi Bicara soal Penyumbang Dana Kampanye dari Kelompok Golf. detikNews. https://news.detik.com/berita/d-4379427/tim-jokowi-bicara-soal-penyumbang-dana-kampanye-dari-kelompok-golf . 20 April 2019. (17:02).
Jaringan Advokasi Tambang. (2019). Paket Informasi Oligarki Tambang di Balik Pilpres 2019. Jatam. Jakarta.
Indonesian Corruption Watch. (2019). Bedah Dana Kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden. ICW. Jakarta.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2019). Data Pelanggaran Pemilu Tahun 2019. Bawaslu. Jakarta.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2019). Masa Tenang, Pengawas Pemilu Tangkap Tangan 25 Kasus Politik Uang. Bawaslu. Jakarta.
Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. (2019). Hasil Pengawasan Penyampaian dan Gambaran Laporan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) Pemilihan Umum 2019. Bawaslu. Jakarta.
Anggriawan, R.D. (2019). 6 Bulan Kampanye, Prabowo-Sandi Habiskan Dana Rp149,7 Miliar. Tempo.co. https://pilpres.tempo.co/read/1190580/6-bulan-kampanye-prabowo-sandi-habiskan-dana-rp-1497-miliar . 20 April 2019. (17:08).
Hutagalung, S. (2019). Kampanye 1.500 Titik, Sandiaga Uno Pecahkan Rekor MURI. 20Detik. https://20.detik.com/pemilu-2019/20190411-190411006/kampanye-1500-titik-sandiaga-uno-pecahkan-rekor-muri . 21 April 2019 (15:04).
Lane, M. (2019). Indonesia’s New Politics: Transaction without Contestation. Dalam Continuity and Change after Indonesia’s Reform: Contributions to an Ongoing Assessment. Editor M. Lane. First Edition. ISEAS – Yusof Ishak Institute. Singapore.
Haryanto, et.al. (2018). Pembiayaan Kampanye Calon Usungan Partai Politik di Pilkada: Kasus Pilkada Kota dan Kabupaten Madiun 2018. Dalam Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Editor M. Sukmajati & A. Perdana. Cetakan Pertama. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
Minan, A. (2018). Partai Politik, Sistem Proporsional Terbuka, dan Pembiayaan Kampanye Pada Pileg 2014. Dalam Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Editor M. Sukmajati & A. Perdana. Cetakan Pertama. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
Muhtadi, B. (2018). Komoditas Demokrasi: Efek Sistem Pemilu terhadap Maraknya Jual Beli Suara. Dalam Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Editor M. Sukmajati & A. Perdana. Cetakan Pertama. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
Mellaz, A. (2018). Personal Vote, Candidate-Centered Politics, dan Pembiayaan Pileg 2014. Dalam Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Editor M. Sukmajati & A. Perdana. Cetakan Pertama. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
Mietzner, M. (2016). Indonesia. Dalam Checkbook Elections? Political Finance in Comparative Perspective. Editor P. Norris & A.A. Vanes. Oxford University Press. Oxford.
Budi, et.al. (2018). Kampanye Padat Modal oleh Calon Perseorangan: Studi Kasus Pilkada Kota Madiun 2018. Dalam Pembiayaan Pemilu di Indonesia. Editor M. Sukmajati & A. Perdana. Cetakan Pertama. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia. Jakarta.
Chandra, K. (2004). Why Ethnic Parties Succeed: Patronage and Ethnic Head Counts in India. Cambridge University Press. Cambridge.
Norris, P. (2014). The Concept of Electoral Integrity: In Why Electoral Integrity Matter. Cambridge University Press. Cambridge.
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018. Dana Kampanye Pemilihan Umum. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 974. Jakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017. Pemilihan Umum. 16 Mei 2005. Jakarta.
Ufen, A. (2014). Asia. Dalam Funding of Political Parties and Election Campaigns. A Handbook on Political Finance. Editor Falguera et.al. (Eds.). First Edition. International IDEA. Stockholm.
Shoub, K. (2013). Campaign Finance in the United States, the United Kingdom, and Canada. Thesis. Undergraduate Programme in Political Science. The Ohio State University. Ohio.