Publication Ethics

 

Kode etik berikut disusun dan disesuaikan berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) No.5 tahun Tentang Kode Etik Publikasi Ilmiah:

Etika Penulis

  1. Pelaporan. Penulis harus menyajikan hasil penelitian dan penulisan secara jujur dan jelas, tanpa adanya manipulasi data. Naskah harus memasukkan sumber kutipan secara jelas dengan cara penulisan mengikuti panduan penulisan jurnal ini.
  2. Orisinalitas dan plagiarisme. Penulis harus memastikan bahwa naskah yang dikirimkan ke tim pengelola adalah naskah asli, bersumber dari ide dan tulisan sendiri, dan bukan menjiplak sebagian atau seluruhnya dari tulisan lain. Publikasi lain yang relevan dan dijadikan rujukan, baik tulisan orang lain atau penulis sendiri, harus dikutip dalam tulisan.
  3. Pengulangan pengiriman. Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan ke tim pengelola Jurnal Antikorupsi Integritas adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan di jurnal atau publikasi lain (bab dalam buku, artkel di suratkabar dan sebagainya). Jika naskah yang dikirimkan sebelumnya pernah dikirim ke jurnal lain tapi belum dipublikasikan, penulis harus menyertakan surat keterangan pencabutan naskah dari jurnal sebelumnya.
  4. Pengutipan sumber. Penulis harus memastikan bahwa semua data yang dipakai, kutipan yang diacu dalam naskah telah diperiksa dan dicantumkan secara jelas sumber kutipannya. Jika data atau sumber yang dipakai memerlukan izin dari lembaga atau penulis aslinya, penulis harus mengurus terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke tim pengelola Jurnal Antikorupsi Integritas.
  5. Kesalahan penulisan. Jika penulis menemukan adanya kesalahan penulisan, seperti kekeliruan mengutip sumber, kesalahan dalam menyajikan data dan sebagainya, penulis harus sesegera mungkin menghubungi tim pengelola Jurnal Antikorupsi Integritas sebelum tulisan dipublikasikan. Kesalahan yang ditemukan setelah naskah dipublikasikan, menjadi tanggungjawab penulis sepenuhnya.
  6. Konflik kepentingan. Penulis mungkin saja mempunyai konflik kepentingan berupa pendanaan, pekerjaan, afiliasi politik atau konflik kepentingan lain terkait penelitian yang dilakukan. Misalnya, peneliti mengkaji perusahaan tempat penulis bekerja, atau meneliti sebuah perusahaan yang kebetulan menjadi sponsor utama penelitian. Penulis harus mencantumkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan tersebut secara jujur yang sedikit banyak mempengaruhi hasil penelitian.

 

Etika Editor (Penyunting)

  1. Objektivitas. Editor memastikan bahwa proses penyuntingan naskah dilakukan murni dengan pertimbangan nilai dan konsep antikorupsi.
  2. Transparansi. Proses penyuntingan naskah dilakukan secara transparan. Keputusan tim pengelola Jurnal Antikorupsi Integritas untuk menerima, menolak atau mengembalikan naskah untuk diperbaiki oleh penulis dilakukan dengan alasan yang jelas. Editor harus menjamin bahwa penulis mendapatkan haknya untuk diberikan informasi secara terbuka mengenai status naskah tulisannya, proses dan alasan sebuah tulisan diterima, ditolak atau diperbaiki.
  3. Informasi publikasi dan proses review. Editor harus memastikan adanya panduan penulisan bagi penulis yang bisa diakses secara mudah baik cetak ataupun elektronik.
  4. Persaingan sehat (fair play). Editor memastikan bahwa keputusan dalam menyunting suatu naskah termasuk memutuskan menerima atau menolak naskah, didasarkan pada murni pertimbangan profesionalisme, tanpa membedakan jenis kelamin, latar belakang agama, suku, afiliasi politik dan sebagainya. Jika naskah harus dipilih (diseleksi) karena pertimbangan alokasi halaman jurnal yang terbatas, pilihan naskah didasarkan pada pertimbangan yang objektif terkait mutu tulisan.
  5. Naskah yang tidak diterbitkan. Editor harus memberi tahu penulis jika naskah tidak bisa diterbitkan oleh tim pengelola Jurnal Antikorupsi Integritas. Editor tidak menggunakan data atau tulisan yang tidak dimuat tersebut untuk keperluan lain tanpa sepengetahuan dan izin penulis.
  6. Kerahasiaan. Proses review dilakukan secara double blind review, dimana editor tidak mengetahui identitas penulis, dan begitupun sebaliknya.

 

Etika Reviewer

  1. Objektivitas. Dalam menelaah tulisan, reviewer harus objektif memeriksa naskah murni dengan pertimbangan nilai dan konsep antikorupsi. Proses penelaahan dilakukan secara objektif dan profesional tanpa membedakan jenis kelamin, latar belakang agama, ras, suku, kewarganegaraan, afiliasi politik dan sebagainya.
  2. Transparansi. Reviewer memastikan bahwa proses telaah naskah dilakukan secara transparan. Keputusan untuk menerima, menolak atau mengembalikan naskah untuk direvisi oleh penulis, dilengkapi dengan alasan yang jelas. Jika naskah diputuskan untuk ditolak, reviewer menunjukkan alasan yang jelas mengapa naskah ditolak. Jika naskah diputuskan harus direvisi oleh penulis, reviewer menunjukkan secara jelas bagian yang harus direvisi sehingga dapat menjadi panduan penulis untuk memperbaiki naskah tulisannya.
  3. Kejelasan sumber referensi. Selain isi tulisan, reviewer harus memastikan bahwa tulisan yang ditelaah telah memenuhi standar penulisan yang baik. Reviewer harus memeriksa apakah sumber referensi telah dikutip dengan benar. Jika ada kesalahan pengutipan, reviewer memberitahukan kepada editor.
  4. Orisinalitas dan plagiarisme. Naskah yang diterbitkan oleh Jurnal Antikorupsi Integritas harus terbebas dari plagiarisme. Reviewer bisa memberitahukan editor jika ditemukan dugaan (indikasi) awal adanya penjiplakan dari naskah yang ditelaah. Editor harus memastikan dan memeriksa lebih lanjut dugaan penjiplakan yang ditemukan oleh reviewer.

Kerahasiaan. Proses review dilakukan secara double blind review, dimana reviewer tidak mengetahui identitas penulis, dan begitupun sebaliknya.